Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Tadulako (UNTAD) secara resmi memulai pelaksanaan program magang bagi mahasiswanya di berbagai instansi mitra. Lokasi penempatan magang periode ini meliputi Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL), KPU Provinsi Sulawesi Tengah, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, hingga Pemerintah Kota Palu.

Presentasi Rencana Output di BBTNLL

Sebagai langkah awal di Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, para peserta magang melaksanakan presentasi rencana kegiatan. Dalam sesi ini, mahasiswa memaparkan output atau target capaian yang ingin diraih selama masa magang, yang berlangsung dari 2 Februari hingga 22 Mei 2026. Selain target luaran, mahasiswa juga berbagi pengalaman akademik serta keterampilan (skill) yang mereka miliki untuk menunjang pekerjaan di lapangan.

whatsapp image 2026 02 08 at 11.45.12 (1)

Kegiatan yang berlangsung di kantor BBTNLL, Jalan Professor Mohammad Yamin No. 53, Palu ini, dihadiri langsung oleh pimpinan dan pelaksana teknis instansi terkait. Kehadiran pihak balai bertujuan untuk memberikan arahan agar program magang berjalan selaras dengan kebutuhan teknis lembaga.

Pendampingan Dosen FISIP UNTAD

Pelaksanaan presentasi ini didampingi langsung oleh sejumlah dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNTAD untuk memastikan kesiapan mahasiswa. Para dosen yang hadir di antaranya Dr. Sitti Chaeriah Ahsan, M.Si., Sulfitri Husain, S.IP., M.A., Reyva Alviona Fernanda Priskila, S.Sos., M.Sos., Sisrilnardi, S.IP., M.A.

whatsapp image 2026 02 08 at 11.45.12

Pendampingan ini menunjukkan komitmen Program Studi dalam memantau perkembangan mahasiswa di dunia kerja serta memperkuat jejaring kerja sama antara universitas dengan instansi pemerintah di Sulawesi Tengah. Melalui magang ini, mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori pemerintahan secara praktis serta memberikan kontribusi nyata bagi instansi tempat mereka mengabdi.

La Husen Zuada, S.IP., M.I.P., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako, terpilih sebagai salah satu anggota tim peneliti dalam Program Penelitian Pendanaan Kolaborasi Indonesia-Australia yang bergengsi. Penelitian ini merupakan kerja sama antara Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) dengan KONEKSI Australia.

Tentang Penelitian

La Husen Zuada bergabung dalam tim yang diketuai oleh Ardhitya Eduard Yeremia, Ph.D. dari Universitas Indonesia. Penelitian bertajuk ‘Strengthening Environmental, Social, and Governance (ESG) Standards and Practices for a Just Transition’ ini melibatkan kolaborasi strategis antara akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Melbourne, Universitas Andalas, dan Yayasan PIKUL.

Penelitian ini merupakan bagian dari program KONEKSI (Kolaborasi Penelitian Indonesia-Australia) yang bertujuan memperkuat kerja sama riset antara kedua negara. Program ini didanai melalui skema kerja sama Kemdiktisaintek RI dengan KONEKSI Australia, berdasarkan surat pengumuman penerima pendanaan penelitian dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Nomor 1393/C3/DT.05.00/2025 tertanggal 28 Oktober 2025.

Fokus penelitian pada penguatan standar dan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk transisi yang berkeadilan menunjukkan komitmen para peneliti dalam mengembangkan tata kelola yang berkelanjutan dan inklusif, sejalan dengan perkembangan global mengenai pentingnya prinsip ESG dalam pembangunan.

Prestasi Akademik UNTAD

Keterlibatan La Husen Zuada dalam penelitian kolaborasi internasional ini merupakan pencapaian membanggakan bagi Universitas Tadulako, khususnya Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNTAD. Hal ini menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi dan kapasitas akademik dosen UNTAD dalam berkontribusi pada penelitian tingkat nasional dan internasional.

Keikutsertaan dalam penelitian kolaborasi semacam ini juga membuka peluang bagi pengembangan jejaring akademik, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan kualitas riset di lingkungan Universitas Tadulako. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pemerintahan dan kebijakan publik, baik di tingkat nasional maupun regional.